tutorial

Dasar Pertama



Cara Menggunakan Shape Tool

 Langkah
buat document baru dan satu buat shape dasar yang ada di coreldraw, bisa lingkaran atau persegi. Saya akan Contohkan lingkaran, maka klik ellipse tool ( F7 ) dan buat lingkarannya. Jika pengetahuan coreldraw anda sudah berubah mungkin anda perlu membaca tutorial pengetahuan penting coreldraw agar tampilan sama dengan yang ada pada tutorial.

langkah
tekan shape tool ( F10 )  yang ada pada toolbox


Langkah 3

Mode shape
Seperti yang di jelaskan di atas, obyek vektor yang ada pada corel ada 2 macam. nah
sekarang kita akan membahas pengolahan obyek shape yang ada pada coreldraw. Ketika shape tool di pilih maka anda bisa lihat propery bar tidak berubah, artinya masih sama property yang ada pada shape aktif / terpilih


klik tahan dan geser ke kanan atau ke kiri pada node  / itik point yang ada pada shape lingkaran. Akan sangat memudahkan jika kita mengaktifka snap to pada saat proses modifikasi lingkaran menjadi pie ini.









Notes
Khusus pada shape lingkaran. lingkaran akan berubah menjadi potongan kue pie tertutup
jika pointer mouse anda di dalam lingkaran. lingkaran akan menjadi pie terbuka / arc jika pointer mouse anda di luar lingkaran.

mode kurve
klik kanan shape ( dalam tutorial ini sebagai contoh adalah lingkaran ) yang sudah di buat kemudian pilih convert to curve ( ctrl-q ). langkah ini membuat shape menjadi kurva sehingga bisa dimodifikasi menjadi layaknya garis tertutup / terbuka.

pilik shape tool dan klik pada yang tidak ada nodenya , maka property bar akan berubah seperti gambar di bawah ini


FUNGSI MASING-MASING







  1. Add nodes
    Digunakan untuk menambah node pada saat memilih kurva yang tidak ada node-nya
  2. Delete nodes
    Menghapus node terpilih
  3. Join two nodes
    Menggabung dua node terpilih
  4. Break curve
    Membuka kurva yang tertutup / terbuka, akan tercipta dua node yang saling tak terikat
  5. Convert to line
    Mengubah garis kurva menjadi garis lurus pada objek kurva
  6. Convert to curve
    Mengubah garis lurus pada objek kurva menjadi garis kurva
  7. Cusp node
    Mengubah node menjadi pojokan, handle tidak saling mempengaruhi
  8. Smooth node
    Mengubah menjadi node lembut, lengan handle bisa berbeda panjangnya
  9. Symmetrical node
    Mengubah menjadi lembut dengan lengan handle sama panjang
  10. Reverse direction
    Mengubah ujung node pada garis / objek kurva menjadi pangkal dan sebaliknya
  11. Extend curve to close
    Menutup ujung dan pangkal / dua titik node terpilih berupa garis lurus
  12. Expand subpath
    Memisah objek kurva yang terdiri dari 2 garis atau lebih sehingga menjadi 2 objek kurva yang saling berdiri sendiri. Hampir sama dengan break apart.
  13. Close curve
    Menutup objek kurva terbuka dengan garis lurus, perbedaan dengan extend curve to close adalah kita tidak perlu memilih node mana yang harus ditutup.
  14. Stretch or scale nodes
    Mentransformasi node terpilih sehingga panjang garis pada node terpilih bisa memanjang atau memendek.
  15. Rotate or scew nodes
    Memutar atau memiringkan node terpilih yang akhirnya panjang garis node terpilih bisa memanjang atau memendek
  16. Align nodes
    Membuat 2 node atau lebih menjadi rata, baik kiri kanan atas bawah
  17. Reflect nodes horizontally
    Membuat efek mirror horisontal pada saat pengubahan lengan node pada dua objek kurva terpisah yang dipilih menggunakan shape tool. Cara mengaktifkan piliha shape tool, kemudian tekan SHIFT+Klik pada 2 node objek kurva mirip tapi terpisah.
  18. Reflect nodes vertically
    Membuat efek mirror vertikal pada saat pengubahan lengan node pada dua objek kurva terpisah yang dipilih menggunakan shape tool. Cara mengaktifkan piliha shape tool, kemudian tekan SHIFT+Klik pada 2 node objek kurva mirip tapi terpisah.
  19. Ellastic mode
    Tidak dijelaskan detail dan hasilnya pun kurang signifikan.
  20. Select all nodes
    Menyeleksi / memilih semua node dalam objek kurva aktif secara otomatis. Jika manual menggunakan shift atau menyoroti klik drag dan geser di atas semua node.
  21. Show / hide bounding box
    Toggle atau megaktifkan dan menonkatifkan kotak hitam segi empat yang mengelilingi objek pada saat curve tool (seperti bezier tool, freehand tool dll) dijalankan.

mempelajari ruang kerja adobe photoshop untuk mempermudah belajar tutorial photoshop. Untuk
pemula yang baru mengenal atau baru mempelajari Adobe photoshop, ada baiknya mempelajari terlebih dahulu area utama yang terdapat didalam adobe photoshop, hal ini dimaksudkan agar nantinya kita tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari Adobe photoshop lebih lanjut. 


Layout Photoshop

Secara garis besar layout photoshop atau tampilan software adobe photoshop cs3 dapat kita bagi menjadi 5 bagian utama, yang mana kelima bagian utama inilah nantinya yang akan sering kita pergunakan untuk bekerja di lingkungan Photoshop.
5 bagian utama di photoshop :
  1. Menu Bar
  2. Option Bar
  3. Tool Box
  4. Kumpulan Pallete
  5. Kanvas Kerja

Menu Bar


Disini saya mengambil contoh Layout Photoshop default dari Adobe Photoshop CS3. Walaupun saat ini Adobe Systems Incorporated telah meluncurkan versi CS5 yang kaya akan fitur serta kemudahan dalam mengolah gambar digital akan tetapi versi CS3 masih tetap menjadi favorite untuk sebagian pengguna Adobe Photoshop alasan nya karna Adobe Photoshop CS3 dapat bekerja maksimal pada komputer atau laptop yang tidak memiliki spesifikasi tinggi

di dalam menu bar terdapat 9 menu utama yang di dalam menu utama ini terdapat lagi sub-sub menu yang dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaan nya masing-masing, secara berurutan menu-menu utama dalam menu bar Adobe Photoshop CS3 adalah : File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, View, Windows, dan Help.

9 Menu Utama dalam Menu Bar
  1. File
    berisi sub menu untuk membuka, menutup, menyimpan dan bahkan export
  2. Edit
    Undo dan Redo adalah salah satu fungsi yang terdapat pada menu ini
  3. Image
    fungsi untuk kebutuhan editing gambar terdapat pada menu ini
  4. Layer
    menu untuk memanagement layer di dalam kanvas kerja Photoshop
  5. Select
    berisi fungsi-fungsi untuk mengatur seleksi
  6. Filter
    kumpulan sub menu di dalamnya digunakan untuk menciptakan efek-efek tertentu pada sebuah foto
  7. View
    Pengaturan kanvas kerja diatur pada menu view, baik itu zoom in, zoom out bahkan garis rulers
  8. Windows
    dipergunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan Pallete dan komponen photoshop
  9. Help
    Dipergunakan untuk menampilakan bantuan penggunaan Adobe Photoshop

Option Bar

Secara Default letak atau posisi dari option Bar terdapat tepat dibawah Menu Bar Photoshop, opsi-opsi dari option bar ini akan selalu berubah-ubah sesuai dengan tool apa yang sedang kita gunakan, semisal pada saat kita mengaktifkan brush tool maka opsi pada option bar akan berisi pengaturan diameter dan ketebalan brush, kemudian kita juga dapat mengatur blending mode untuk brush, terdapat pula pilihan Opacity dan juga Flow, beda halnya saat kita mengaktifkan Crop Tool, maka option bar akan berisi berapa lebar serta panjang Crop yang akan kita lakukan, juga dapat pula kita input resolusi foto secara otomatis saat kita melakukan cropping. dibawah ini adalah contoh opsi dari option bar saat brush tool di aktifkan dan opsi yang tampil saat crop tool di aktifkan 

Tool Box

Dalam bahasa yang sederhana Tool Box adalah sekumpulan alat-alat yang dipergunakan dalam mengolah gambar digital, dan masing-masing alat ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda berdasarkan pengelompokannya. Tepat disebelah kiri dalam layout photoshopcs3 default akan kita lihat sekumpulan alat-alat yang nantinya akan kita pergunakan untuk kebutuhan pengolahan gambar, pada bagian atas dari tool box kita akan menemui kelompok alat yang dapat kita pergunakan untuk kebutuhan seleksi gambar, kemudian bagian selanjutnya tepat dibawah kelompok seleksi terdapat alat yang dapat kita pergunakan untuk melakukan cropping, lalu terdapat pula kumpulan alat untuk melakukan retouching, painting dan drawing, yang terakhir terdapat dibagian paling bawah dari tool box adalah alat-alat bantu yang menunjang kita dalam mengolah gambar. 

Kumpulan Pallete Photoshop

Bilah sebelah kanan dari Layout Photoshop akan diisi oleh Pallete-Pallete yang telah di kelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaan nya, secara default bilah sebelah kanan dari ruang kerja dari Adobe Photoshop CS3 akan diisi oleh Pallete Navigator, Histogram dan Info pada bilah kedua terdapat pallete Color, Swatches, dan Style. kemudian bilah paling bawah terdapat Pallete Layers, Channel dan Paths. 
Tiap-tiap Pallete yang tampil dalam Layout Photoshop dapat kita sesuaikan ukuran dari pallete tersebut, dapat pula kita hilangkan seandainya pallete tersebut jarang kita pergunakan, atau bila suatu saat kita perlukan kita pun dapat memunculkan nya kembali pada menu bar : View – Windows 

Kanvas Kerja Photoshop

Di Area inilah tempat kita melakukan olah digital, semua pengetahuan kita tentang tool photoshop akan dapat kita pergunakan pada kanvas kerja, pallete-pallete photoshop yang telah sebelumnya kita pelajari akan sangat berguna saat kita telah mulai melakukan edit foto pada kanvas kerja, pallete layer akan selalu mejadi pendamping anda dalam bekerja di photoshop, begitupun dengan pallete history yang akan membuat kemudahan dalam kita mengorganisir langkah-langkah apa yang telah kita kerjakan pada kanvas kerja, untuk melakukan edit foto dengan cepat, pallete action wajib dipelajari lebih dalam.


sumber :http://www.photoshopid.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar